Launching, Grand Indonesia, N5M

rosiAcara launching resmi novel "Negeri 5 Menara" berjalan seru dan meriah. Talkshow pada hari Rabu (21 Okt) sore di Grand Indonesia shopping town ini dipandu Farhan dan menghadirkan penulis A. Fuadi dan Rosiana Silalahi sebagai wakil pembaca.

Selain diskusi yang seru, acara ini juga dimeriahkan dengan pemutaran video trailer tentang N5M, foto bersama penulis dan icon menara, pembagian suvenir kepada para peserta, dan booksigning.

A. Fuadi menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah ikut berbagi kebahagiaan dalam acara peluncuran Negeri 5 Menara di Grand Indonesia tadi sore. Juga bagi yang berhalangan karena jam kantor, tapi tetap mengirimkan doa dan selamat.

Pembicara: A. Fuadi, Rosiana Silalahi, Farhan.

 

 

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Zulfan Sabri Pildacil 3 Lativi  - Ada Aku |2009-12-21 19:41:22
" Membaca Novel ini, seakan aku berdiri didepan sebuah cermin. Disana aku menemukan aku, sahabat karibku, sahabat-sahabatku yang lain, pimpinan pondokku, ustadz-ustadku, dan seluruh warga pondok." Zulfan Sabri Pildacil, Anak pondok pesantren, di Kaki Gunung Salak, Bogor
Badruzzaman  - http://badruznucultural.wordpress.com |2009-10-29 22:29:54
Novel negeri 5 menara sudah sampai di Kebumen. mantap sekali mas isinya. penuh hikmah dan pelajaran. yang nggak nguati itu lho manteranya 'man jadda wajada' :woohoo:

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Last Updated ( Friday, 23 October 2009 08:34 )

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 44998