Testimoni Anda

Apa pendapat Anda setelah membaca Negeri 5 Menara? Silakan kirim testimoni ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau tulis di form di bawah ini. Terima kasih

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
lela  - heibaaat |2010-03-06 20:06:15
Assalamualaikum

Ruaaaarrrrr biasa.... bagus sekali novelnya. terima kasih anda telah menginnfirasi saya untuk senantiasa bekerja ikhlas n berbakti kpd orang tua. Semoga man jadda wajada jadi pegangan semua generasi muda , kapan flmnya dirilis?
Anggara Mahardhika  - Buku ke dua |2010-02-25 21:37:40
Assalamualaikum....
waktu saya jalan-jalan di Gramedia tanpa sengaja buku ini menarik perhatian saya, setelah saya baca sinopsisnya saya saya sangat tertarik membacanya...buku yang menarik dan inspiratif. Kapan buku ke duanya launcing?
Thabrani |2010-02-15 11:53:51

Asalamualaikum..........
Tidak sengaja saya melihat bincang2 di Jack Tv dengan topik novel negri 5 menara dengan narasumber pengarangnya sendiri....kok setelah melihat jadi penasaran sama novelnya...dan krna penasaaran akhirnya saya membeli novel trsb.. ternyata subhanallah isinya..LUAR BIASA sangat baguus dan cerittanya membuat saya terharu. sungguh sebuah novel yang sangat insfiratif shga membuat pembacanya bertambah semangat dan terus maju & pantang menyerah.

Thank's ditunggu buku selanjutnya..............
Hana IJ |2010-02-13 10:03:31
Wah,Subhanallah ya kerennya.Saya juga sekolah di pesantren dan merasakan hal yang agak sama...
Good Luck ya...ayo dong filmnya mana...
Indra Wahyudin  - Film Negeri 5 Menara |2010-02-05 13:47:31
Bismillagirrahmanirrahiim...

terima kasih untuk bang (atau uda ya? :P ) yang telah menulis novel yang sangat inspiratif. Saya sangat menyukai tokoh2 yang ada, terutama Baso karena tokoh tersebut memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan saya pribadi, kecuali suku kami yg berbeda... sy orang sunda... :cheer:

harapan saya, semoga novel ini dapat diangkat ke layar lebar agar dapat menginspirasi lebih banyak orang... (mas riri, jgn kasih komen aj... bikinin filmny juga donk... :P

dekali lg, trims...
Novizan |2010-02-04 12:56:06
Usul: Gimana kalau dibuatin komiknya, Kalau dibikin komik pasti seru supaya anak-anak juga ikut baca, kalau perlu dibuat berseri, biar nyaingi
naruto.
Apakah ada komikus yang berminat???
Arief Kurniawan  - flash back to PMDG |2010-02-02 20:48:26
baca novel ini membuat pikiran ku flash back ke PMDG.,.our beloved campus,.,great novel,,,,,,,,,the show must go on!!!!!
Firman zarkasy  - aminnnnnn |2010-02-02 20:24:47
sebuah novel yang menggugah hati seseorang..semoga mantra man jadda wajadda selalu memberi inspirasi buat semua orang yang mendengar dan membaca.
mita |2010-02-01 10:37:14
waww... novelny bagus bgt. benar2 mengubah paradigma saya ttg dunia pesantren... sempet bingung mau beli buku ini atau enggak,,, tapi banyak temen yang baca dan di majalah sekolah adik saya, buku ini recomended. akhirnya saya beli juga.
setelah saya baca,,, orang tua dan adik saya jadi semangat baca.
padahal adik saya termasuk kurang suka baca novel.
alhamdulillah,,,
semoga semua pesannya bisa kami terapkan dalam hidup :lol:
berliana  - komen |2010-01-31 23:30:42
saya tau buku ini dari teman, saat saya nulis status d fb "lagi butuh referensi bacaan, dah lama gak baca". n' beberapa temen menyarankan utk baca buku Negeri 5 Menara ini, bagus n' best seller katanya. Saya coba cari d beberapa toko buku besar tapi agak susah karena habis terjual, akhirnya saya bisa dapatkan juga buku ini. Isinya sunguh menggugak hati saya untuk bisa Iklas dalam segala hal, dan memberi saya semangat baru untuk bisa bermimpi dan menggapainya. Terimakasih untuk bukunya.
admil  - Great inspiration |2010-01-24 10:18:50
suka bgtt.. sumpah..suka bgt.. jd semngat, buat hidp ini.. ^_^
evi  - Great!!!! |2010-01-23 13:27:11
:)
Its great!!! Kapan buku keduanya ? :)
HERRY FAHRUR RIZAL  - Remind me to my pondok! ^^ |2010-01-20 17:59:45
Dear Uda Ahmad...
Your book remind me to my pondok at Garut! :lol:
The book reallly shows that "Santri" can be success too outside pesantren!

I read the book to do research my book. If U don't mind, I will ask you more about the creative process behind the scene of writing the book.

I can't hardly wait for the movie!
hafezz  - hebatt!!!! |2010-01-19 09:55:23
aq anak malaysia...
yg udah ngebaca novel ini...
biar aq kturunan jawab timur(gersik)...
aq gag prnah tau ad pondok yg bgitu...
btw novelnya asyeekkk!!!
hebat and keren...
Priyatno |2010-01-17 20:54:01
Aslmlkm...LUAR BIAZZZA !!! Sebuah novel yang ispiratif sarat dengan ilmu dan motivasi jiwa, sehingga mampu "menyetrum" semangat para pencari ilmu. "Man Jadda wajada".... :lol:
Cipta  - KESAN |2010-01-17 17:12:44
Aslm..subhanallah..membaca novel ni bgaikan terlibat lgsung dlm cerita..sangat bagus,dn dpat menjadi inspirasi bg kita agar dalam hidup ni jgn cepat menyerah..man jadda wajadda..kata2 yg sgt memotivasi bg kita..syukron akh..wassalam.. :)
Christian Kuswibowo  - An inspiring novel |2010-01-11 23:48:56
Ass. Membaca novel ini, serasa kembali ke 12 tahun yang lalu, ketika masih menjadi santri, menikmati setiap detik bersama teman2, membangun mimpi, merancang masa depan. Dan Alhamdulillah berkat man jadda wajadda sebagaimana yang Kang Fuadi tulis dalam novel ini, aku mampu merealisasikan setiap impian dan harapan ketika masih di PM. Terimakasih Kang Fuadi, novel ini benar2 membangkitkan nostalgia sekaligus memberikan relaksasi. Syukron Wassalam.
Muhammad Fajri Andika |2010-01-09 15:33:02
Novel ini membuat saya terharu....
novel ini sangat menggugah dan inspiratif
karena setelah saya membaca novel ini saya tersadar bahwa saya telah menyinyiakan kesempatan saya dulu ketika masih belajar di suatu POnPES di SUMATRA BARAT.saya merasa sangat menyesal tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik2nya untuk menuntut ilmu....
Muh Ihsan Harahap  - Motivasi untuk pelajar dan mahasiswa |2010-01-03 08:46:10
Novel yang menyadarkan kita kembali. Bahwa Tuhan maha mendengar. Jangan pernah menyepelekan mimpi!
zulfan Sabri Pildacil 3 Lativi  - Ad Aku |2009-12-31 12:07:04
" Membaca Novel ini, seakan aku berdiri didepan sebuah cermin. Disana aku menemukan aku, sahabat karibku, sahabat-sahabatku yang lain, pimpinan pondokku, ustadz-ustadku, dan seluruh warga pondok." Zulfan Sabri Pildacil, Anak pondok pesantren, di Kaki Gunung Salak, Bogor
ria lestari  - salute |2009-12-29 09:30:47
Gilaaa.....kerennnn banget bukunya.
saya sungguh terharu dengan semangat dan inti ceritanya.
sungguh inspiring... thanks so much...
sangat memberi semangat baru untuk berbuat lebih baik.

Tanto  - Luar Biasa! |2009-12-25 00:13:43
Jujur saja, menurut saya kata "Luar Biasa!" belum cukup untuk N5M-nya Mas Fuadi. Sebagai orang yang pernah bekerja bersamanya, saya malah merasa semua yang ditulisnya terwujud dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Saya pikir ini semua merupakan cerminan dari pola pendidikan yang pernah dienyam dan dicatatnya dengan sangat bagus di N5M. N5M penuh dengan suri tauladan bagi siapapun pembacanya.

Sangat banyak pelajaran kehidupan yang telah saya dapat dari Mas Fuadi. Tetap semangat Suhu! Ditunggu cerita-cerita lanjutannya.

Tanto
nasrullohzarkasyi@yahoo.com  - NIKMAT MENJADI GURU |2009-12-18 00:52:23
:) Assalamu'alaikum wr.wb.
Meskipun ada rasa bangga dan syukur atas terbitnya N5M-nya Ahmad Fuadi, tak ada yang sangat spesial bagi kami orang Gontor. Sebab, semua yang diceritakan adalah keseharian yang kami lihat. Bahkan, sebenarnya apa yang diceritakan Fuadi baru sekitar 5% dari keunikan Pondok Madani (baca: Pondok MOdern Gontor), yang saya ikut terlibat di dalamnya, dan hoby pula mencatatnya. Hanya sayang, tidak semua santri Gontor pandai menulis atau sempat menulis seperti Fuadi: Detail deskripsinya, photographic memory-nya, serta taburan majasnya, menyegarkan dan inspiratif. Sungguh, ada kekaguman, ada kenikmatan, serta kesyukuran menjadi guru Gontor. Teruslah menulis muridku, kau akan panjang umur!
Wassalam
Nashrulloh ZM
ersina rakhma  - ditunggu buku keduanya |2009-12-12 22:08:50
Assalamu'alaikum.
Biarpun saya telat belinya, tapi gaung novel ini sudah terdengar di status facebook kawan2 saya. Setelah kesampaian beli novelnya, tak butuh waktu 1 hari buat saya untuk membacanya sampai lembar terakhir. Novel ini bener2 salah satu novel yg mampu menginspirasi pembacanya. Mantra sakti man jadda wajada tidak akan berarti jika hanya dilafalkan tanpa ada usaha keras. Saya berharap semoga saya tidak hanya meneriakkan mantra itu, tapi selalu berani bermimpi dan berusaha keras untuk mewujudkannya serta tidak gampang menyerah. Amin.
Sangat ditunggu nih buku selanjutnya dan juga layar lebarnya. Semoga difilmkan sesuai dengan isi novelnya, tanpa dikurangi atau ditambah2i.
Wassalam.
Ahmad Zakki  - Watta beautiful Novel.. |2009-12-08 21:12:02
Assalaamualaikum.....
Subhaanallah...Saya seorang Telecommunication Engineer. Membaca novel ini mengingatkan saya akan masa2 kecil dulu kurang lebih 15 tahun lampau saat di pesantren. Terkadang saya seperti hendak menitikkan air mata karena teringat persahabatan dengan teman2 berbagai suku yg telah terpisah sampai saat ini. Meski mungkin agak berbeda type pesantren (saya pesantren tradisional), namun saya yakin apa yg diceritakan dalam buku ini menjadi cerita standar anak2 pesantren, tentang perjuangan, persahabatan dan cinta....Novel ini mampu membuktikan bahwa lulusan pesantren tidak melulu berkutat di bidang agama namun juga bidang lain, tentu dengan tambahan nilai basic keagamaan yg akan selalu menjadi tumpuan hidup.....
"Man Jadda Wajada....Man Lajja Walaja....
(Saya tunggu edisi selanjutnya Uda Fuad..!)
andi  - a jealousy life experience |2009-12-08 20:40:15
Life experience-nya bikin jealous!
Meski kita sebenernya ga boleh menyesali masa lalu, tapi sedikit banyak perasaan menyesal itu ada ketika flash back waktu2 lalu yang harusnya bisa dilewatkan dengan lebih bermakna seperti yang diceritakan N5M.. I wish I could turn back the time..
Sangat menginspirasi untuk membesarkan my future son dengan cara yang lebih Islami dan membumi..
MAN JADDA WAJADA!
zidna arief |2009-12-07 13:20:24
mas fuad kpn buku 2 dan 3 terbit udah ndak sabar bca neh
aslam  - inspiratif!! |2009-11-21 12:53:03
saya sudah baca novel anda! sunguh sangat mengagumkan hidup di gontor, penuh disiplin, sarat ilmu islami yang langsung diterapkan di kehidupan.
saya menunggu novel anda yang berikutnya! Lanjutkan :!:
:)
dianasarii  - keren banget mantaaap! |2009-11-20 14:43:14
woww! negeri 5 menara buku yg WAJIB banget di baca!! keren isinya! aku suka banget!

go go gooo

Man Jadda Wa Jadda!! :D
arif  - mr. |2009-11-14 22:23:45
:woohoo:

banyak sekali kejutan-kejutan yang saya temukan dalam novel ini. saya merasa sangat dekat dengan novel dan karakter di dalamnya. karena saya dulunya juga anak pesantren, walau ga separah itu dan semenarik itu pesantren nya, namun pesantren has their own atmosphere, kereeeeeennnn...jadi ingat teman2 yang di pesantren dulu. SUMATRA THAWALIB ISLAMIC BOARDING SCHOOL in PARABEK bukittinggi, sumatra barat.

thanks buat mas fuadi, yang telah menuliskan novel ini. semoga sambungan tetralogi nya lebih bagus dan meng inspirasi lagi....dan saya akui saya sangat dekat dengan tokoh ALIF ini....karena masuk pesantren yang terpaksa dan mempunyai cita-cita tuk datang ke AMERIKA....semoag aku seberuntung alif.....doakan ya.....
asep dudinovar  - tak sabar ingin segera baca |2009-11-14 14:43:04
terus terang saya belum beli dan apalagi baca. tapi melihat provokasi web ini, tak sabar saya ingin membelinya...selamat buat novelnya..ditunggu lanjutannya
admil  - RANCAK BANA... Uda....!!!! |2009-11-11 00:29:21
keren.. keren..keren

smoga jd biang motivasi buat banyak orang..
(sulit diungkapkan denga kata....FYuh.. fyuuuuh..heheh)

banyak makna dan insipratif (kutipan bang Andi F.Noya)
Fahmi Agustian  - Keren.. Bangga.... Terharu... |2009-10-20 20:53:31
:)
Keren.... tak disangka, pengalaman menjadi Santri bisa dijadikan Novel Best Seller....

Bangga... Pernah menjadi bagian dalam Sejarah PM.... ( PM Yang sebenarnya,,, :cheer: )

Terharu..... Membacanya, serasa kembali menjadi Santri di PM... serasa kembali mengalami masa-masa perjuangan di sana....

Sekedar untuk Bernostalgia dengan PM.....

Novel yang wajib dimiliki oleh Santri, Guru, Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor....
aqiL  - ... |2009-10-17 13:59:46
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ka Fuadi,noveL Negeri 5 Menara oke bgt.. ;)
membuat saya jadi ingin banyak beLajar soaL hidup yg saya beLum ketahui.. :cheer: :cheer: :cheer:
mantra Man Jadda Wajada adaLah suatu prinsip baru buat saya.
saya ingin menjadi murid di PM,bertema dengan alif,dulmajid,raja,baso,said,atang-Sahibul Menara-
sayang PM hanya daLam dunia "neger 5 menara" :P

sukses terus Ka Fuadi..
terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Yudi  - Autobiografi |2009-10-15 00:15:07
Saya membaca autobiografi, bukan sekedar novel
Yedi hadiman  - Membuat kangen |2009-10-04 17:20:25
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Pertama baca novel ini tidak ada bayangan bakal memberikan kilas balik untuk saya. Keadaan dan kejadian sama persis dengan di Asrama waktu saya masih SMU(kebetulan saya bersekolah di SMU Plus Cisarua Bandung)....Seragam sholat, antri makan, muhadharah, pengumuman setelah sholat,yang dapat hukuman, semuanya.... soalnya pembina asrama lulusan Gontor
Novel ini benar2 hebat dalam menyajikan kembali kilas balik perjalanan dari kisah nyata...
Sukses selalu, ditunggu buku berikutnya...
david abdullah  - penasaranku hilang... |2009-10-04 16:26:07
Assalamlkm wr.wb,

sangat luar biasa, membuatku yang selama ini penasaran dengan kehidupan pesantren.. menjadi tau dan ternyata begitu indah dan kuat..

novel ini mengalahkan harry potter (menurutku)...

sangat inspiratif sekali...

Ebbi Darles  - Never Give Up !!! |2009-10-01 22:04:18
Sebuah rekayasa masa depan yang sangat detail.
Sebuah skenario kehidupan yang teramat sempurna.
Begitu menggelora....
Ray-za  - Membuat 'Envy'... |2009-09-30 07:29:47
Dua perasaan yang timbul ketika membaca buku negeri lima menara ini. Envy dan Tergugah. Envy, karena kalau memang betul digambarkan secara detail dan lengkap mengenai gontor seperti di dalam buku, Sungguh, membuat saya 'envy'. Se-envy-envy-nya-envy. Karena saya dari dulu ingin sekali bisa belajar ke sekolah-sekolah seperti itu. Atau kalau lah saya bisa membaca buku ini ketika zaman SMA dulu...
Tergugah, membuat mata saya terbuka, banyak sekali pelajaran yang saya bisa ambil dari negeri lima menara ini. Saya terkesan dengan ucapan ustad Salman yang mengatakan 'orang sukses itu selalu extra-miles!', belum lagi Man jadda wa jada!. Betul-betul inspiratif. Ditambah dengan persahabatan yang luar biasa indahnya dari enam sahibul ini. Sekarang saya paham kenapa adik saya memaksa-maksa saya untuk baca buku ini. Kalau boleh mengutip kritikus film terkenal Robert Ebert(dan semua komen yang ada di web ini), buku ini adalah "Two Thumbs Up!!". Selamat untuk A. Fuadi, sukses selalu.
Sebaiknya memang buku ini wajib dibaca oleh para kawula muda! :)
Imoe  - HEBAT BGT.. |2009-09-22 16:35:02
Saya baca novelnya mulai dari pukul 10.00 WIB dan selesai pukul 17.00 WIB di hari yang sama. Baca halaman pertama dan anda tak akan berhenti...wah kalo ado roadshow di Padang, saya akan sangat senang jika bisa mendapatkan undangannya..

Btw, ternyata kenalan sesama teman blogger saya menjdai salah seorang yang membaca naskahnya pertama kali...saluttttt
Farieska Amelia  - Wiiiihhhhh....kerennnN!!!!! |2009-09-22 09:54:41
Aku baca novelnya ampe baca 2 kali loh!!hehehe..
bukunya bagus!!!..
penasaran kalo dibuat film gimana tuh!!hehe..
maakasii iaa udah buat novel yang bener2 menginspirasi!!
memutar semua apa yang ada di otak ini!! ^^ :D
nata  - Assalamualaikum Wr.Wb |2010-02-05 21:04:51
sebuah buku yg sangat bagus untuk para remaja....sebagai salah satu yg akan menjadi inspirasi masa depan kita....
NOOR SYAMSUL  - Eng |2009-09-08 09:44:19
Kehidupan itu jangan diangan-angan......sama seperti tumpukan buku...dan sama juga dengan tangga.....dan juga tebing...ikuti aja setapak demi setapak dan selembar demi selembar dan selangkah demi selangkah dengan rasa syukur dan istiqomah insya ALLOH sapai juga dibukit sana yang banyak orang mendambakan kapan bisa sampai dipuncak sana.....
kuswandani  - si atang-bandung ikut2an dulmajid.... terharu kemb |2009-09-05 23:20:13
hehe... ikutan biar tenar ah....
makasih buat ihsan, sudah manggil2 saya... i am here... still i am...

sepakat dulmajid, si atang jg sepanjang membaca novel sobat kita ini.. serasa ditarik ulang... kepingan demi kepingan memori puzzle 18 tahunan lalu mulai ditemukan kembali... ah ajiib ajiib.... nilai demi nilai kehidupan bermakna, baru terasa per hari ini, yang dulu tampak terlewati....tersia-siakan..

ah, kapan yah kita menapak tilasi kembali perjalanan 4-5 tahun tak terungkapkan itu... semoga dihimpunkan kembali hari ini perjalanan persaudaraan kita... amin.. amin...
Aulia Rahmawati  - Pesantren itu tidak Kolot |2009-09-04 21:27:34
Saat itu nggak sengaja aku ke Gramed Matos. Tadinya nau beli buku Metropop. Tapi, g sengaja liat buku Negeri 5 menara, aku jadi tertarik, terutama saat ku lihat ada komentar dari K.H Hasan A. Sahal :) serasa memutar memori jauh ke belakang.

Setelah ku baca beberapa halaman, aku baru tahu jika penulisnya adalah alumni Gontor. Salut and Two thumb up...!!! Dulu, aku kerap merasa tidak memiliki masa romansa 'berseragam putih abu-abu'namun setelah memiliki buku ini, saya tahu, jika saya tidak mengambil keputusan yang salah dengan menjadi bagian dari keluarga Gontor... sangat membanggakan...!

Saya sungguh terinspirasi dengan penulus sekaligus karyanya... saya tunggu kelanjutannya, karena setiap orang harus tahu bagaimana pesantren dapat mengajari manusia agar menjadi manusia yang baik.
palupi  - great |2009-09-01 19:07:20
inspiring book. sedikit nostalgia pribadi, tersengat juga oleh buku ini.

scr keseluruhan, 2 jempol untuk buku ini.

sedikit gangguan menyentil d halaman 8 dan 371. kutipan ''amar ma'ruf nahi munkar'' yg tak perlu nyantri pun org sdh akrab, scr mengejutkan salah d buku ini. tertulis 'amar makruh'.. tll jauh maknanya bukan ?

bukan membesarkan yg kecil, hanya koreksi. kl yg bau2 arab lain d buku ini, ga tau jg bnr salahnya, krn awam.

anyway, great book. semoga alumni pondok ini tetap ikhlas berjuang, tak sekedar indah dikenang dlm tulisan.

salaam..
Tanto  - get unblocked! |2009-09-01 00:23:20
Novel 'Suhu' telah berhasil membuka sekian banyak mental block. Terima kasih untuk cipratan 'ilmu kehidupan' yang tiada ternilai...
Lalu Abdul Fatah  - Novel yang Memikat!!! |2009-08-30 11:06:30
Saya sudah mengincar novel ini sejak masuk Gramedia Delta Plaza, Surabaya beberapa hari yang lalu.
BUku baru, tapi sudah diletakkan di rak buku-buku best seller.
Membuat saya kepincut dan berharap novel ini segera berada di tangan saya.
Gayung bersambut!!! Saya justru menemukan novel keren ini di rental buku langganan saya. Dan, saya sebagai peminjam pertama. Hmmm... novel ini rupanya berjodoh dengan saya. Hehehe...

Bab-bab pertama langsung membetot saya. Apalagi dengan taburan endorsments dan dukungan cover yang ciamik, ini benar-benar harus bisa segera dinaikkan ke layar lebar!!!

Sangat ditunggu!
And for other readers, very highly recommended!!!
iin  - love it |2009-08-29 09:08:28
love it. my mom used to have the same dream as fikri's mom. but i believe it was my dad who stop her from fulfilling this particular dream. syukron. melalui buku ini saya sedikit belajar dan memahami hal-hal yang saya lewatkan karena tidak punya saudara atau teman dekat yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren. vivid description of people and places, and i miss Trafalgar square already.
Dini  - relaksasi jiwa |2009-08-25 11:22:12
Aku sudah beli buku ini seminggu yg lalu, tapi baru sempat dibaca kemarin saat perjalanan keBogor dengan KA. Dari mulai halaman pertama langsung menyedot perhatian..wah mata ga lepas2 dari setiap kalimat yang tertulis, halaman demi halaman terlalui...sampai td berangkat kerja aku lanjutin lagi ugh blm selesai juga nih masih halaman 230, ga sabar nunggu plg kerja untuk lanjut baca buku ini lagi. Semalam aku juga cerita sama suami ttg buku ini, dia jadi tertarik untuk membacanya juga aku juga promosiin sama teman2 dikantor..oiuuu pada baca buku ini deh...membuat semangat hati yang kisruh... Man Jadda Wajada....
Hebat...
Eva Melyna Virlya  - Kapan Selanjutnya |2009-08-25 10:21:50
Ass Wr Wb....

Bang Fuadi....kapan keluar buku selanjutnya???, dah tak sabar untuk meng-finish-kan-nya....penasaran sekali dengan ending cerita. Buku yang sangat bagus dan inspiratif ditengah moment yang bagus pula dimana saat ini pesantren sedang diidentikkan dengan "tempat mencetak teroris" (sunggung sedih hati dan sangat disayangkan).

Wass Wr Wb
Eva
Mbok'e Kendil  - kekuatan seorang Ibu |2009-08-25 08:12:51
Banyak bagian detil dalam dialog ini yang berulang-ulang saya baca....dan setiap mengulang setiap baitnya...getaran dan uraian air-mata ini tidak bisa saya bendung.... dan berlanjut pada do'a malam saya...."semoga saya dapat menjalankan amanah menjadi seorang ibu yang mampu menumbuhkan...Man Jadda Wajada....".

Buku ini juga yang telah menambah keikhlasanku melepas putri bungsu saya untuk mengenyam pendidikan di pondok. Semoga mantera Man Jadda Wajada juga tertanam di jiwanya....

The inspiring book....
rini f  - buat ibu yg ingin membesarkan anak terbaik |2009-08-24 07:47:40
Assalamu'alaikum. bukunya bagus sekali bang. Sangat inspiratif, memang layak untuk dibaca "para ibu yang bermimpi membesarkan anal-anak terbaik"
hera  - enlightening |2009-08-24 07:42:36
Just finished it last night! Inspiring messages delivered in just a simple way. This is the first 'Islam-based' story that I read which is truly enlightening. Bravo!
clara  - lintas agama dan ras |2009-08-23 12:45:42
Fuadi..Two thumbs up!! Udah gue seleseiin bukunya dan ngga bisa berenti. Cerita-cerita disitu ngingetin gue sama kehidupan gue di asrama dulu. Yah harus bangun pagi-pagi buta, kalo telat disetrap. Meskipun gue bukan Muslim, I really enjoyed the book. Banyak filosofi yang bisa gue ambil di dalamnya. Menurut gue, buku ini lintas agama, dan ras. Inspiratif banget. Buku elo ngajarin gue bahwa dengan kerja keras, iklas, dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik, kita pasti bisa berhasil. Gue berasumsi Alif itu elo ya...hehe kurus, berkacamata, jago nulis dan hobi fotografi. Terus terang gue lebih suka buku lo dibanding laskar pelangi dalam sisi penulisan. Puanya lo lebih mengalir dan 'a matter of factly',ngga terlalu 'njelimet'dengan tambahan informasi yang terlalu scientific dan menurut gue cenderung dipaksakan. Tulisan lo emang khas wartawan banget. I salute you! Bangga pernah sekelas sama Ahmad Fuadi.
Mohamad Monib alias Dulmajid (  - Saya terharu ketika kembali ke masa silam lewat 5 |2009-08-21 11:49:10
Luar biasa!begitu membaca novel ini emosi dan imajinasi saya kembali ke masa silam.Pesantren Gontor.Alif menghadirkan kepingan2 masa lalu itu menyatu dan lengkap.Saya tidak menyangka, ia mampu mengingat detail pesantren tercinta.Makrunah, bulis layl, bagian keamanan,spy bahasa, lomba, nama ustadz (yang disamarkan) dsbnya.Trim Fuadi
Yulian Ma'mun  - Mengobar-ngobar Kalbu |2009-08-20 22:06:53
Membaca cuplikan no.5 ("man jadda wajada";) saja perasaan saya diamuk haru. Sosok ustadz Salman mengingatkan kepada pribadi-pribadi ikhlas tanpa pamrih di Kampung Damai.

Kebeningan hati dan jiwa tulus adalah rumus ajaib pembangkit semangat tanpa batas!
Ade Surya  - Wuih, Muantab! |2009-08-19 19:06:03
Luar biasa! Di tengah gempuran atas eksistensi Pesantren, muncul buku ini yang sangat membuka mata!
Wajib dibeli, terutama untuk orang tua muda dan para pendidik! Man Jadda Wajada!
dini  - keren |2009-08-14 19:32:19
tp novelnya emng kueren koq...gw udh beli kmrn...pake ngomong sm kasirnya: penulisnya sahabat saya lho mbak!....si mbak sampe bengong lgsg jwb: oya? ibu jg penulis?...iya...tp ga tau kpn diterbitkan,......huahaahh
afernandes |2009-08-14 19:31:05
Kapan buku keduanya terbit Kak? Penasaran tentang cerita pertualangan Alif ke Washington. Dan kisah Baso, Raja, Dulmajid, Said, dan Atang ke negeri impian mereka...
haerudin ihsan  - sudut tak kukira |2009-08-14 19:28:43
Alhamdulillah novel itu telah menemani saya sepanjang perjalanan luar kota mengenang masa lampau dengan begitu lengkap sampai ke sudut sudut yang tak pernah kukira ada... Sekali lagi terimakasih buat antum yang telah mwakafkan waktu melukiskan kembali podok kita, dan tentu saja sakjub....
ihsan  - sampai pagi |2009-08-14 19:27:24
akhi, pagi ini tepat setelah adzan subuh saya sudah tamatkan novel anda.. Luar biasa.... Saya hampir menangis...hanya satu yang saya kenal sosoknya.. Atang.. Subhannallah...sudahlama tak ketemu kang kus...salam kalau ketemu
Hilmi SR  - Inspirasi Dosis Tinggi |2009-08-13 20:46:49
Banjir inspirasi yang disuguhkan di novel ini luar biasa deras, sensasinya sama seperti ketika saya membaca The Alchemistnya Paulo Coelho. Diksinya sekelas dengan ramuan kata-kata Andrea Hirata. Deskripsinya sebening di novel Ayat-Ayat Cinta. Novel ini memaksa saya untuk merekatkan kembali kepingan impian saya yang terserak, mulai dari menghafal Alquran, hingga belajar ke negara luar.
Jika Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi sudah difilmkan dengan Sukses, Negeri5Menara sepertinya tinggal menunggu waktu saja.

Saya persembahkan seluruh jempol saya untuk mas Fuadi. Keep up the good work!

HiLmi SR-
Dokter dan Penggemar Bahasa
JB  - bagus sekali dan layak dibeli...:-) |2009-08-12 13:05:31
Dulu saya baca draftnya sebelum dia kirim ke penerbit-penerbit, bagus sekali dan layak dibeli...:-)
pjusari  - Ditulis dg Baik |2009-08-12 13:03:13
Novel ini ditulis dengan baik sekali, berkisah tentang pengalaman persahabatan mondok di pesantren Gontor hingga melanjutkan sekolah ke universitas negeri, lantas ke London dan Washington DC. Diterbitkan oleh Gramedia, novel ini telah tersedia di toko-toko buku sejak kemarin.
hs  - nikmat |2009-08-12 12:56:49
Saya sudh rekomen ke beberapa teman, mudah2an segera bestseller dh.
Alhamdulillah, sampe sekarang masih nikmat, tanda2 adonannya kurang pas belum terlihat.
ds  - gak sabar buku kedua dan ketiga |2009-08-12 12:54:36
saya udah beli, Kang, lagi baca. Meski baru awal bacanya, tapi udah ga sabar untuk beli buku kedua dan ketiga dr trilogi ini. Selamat, kang
Syifa.A.R  - Kereeen banget |2009-10-30 14:17:38
K Fuadi,,
Bener dech k,saya salut banget ama buku Negeri 5 menara yang kk tulis..saya jadi merasa bangga menjadi seorang antriwati.awalnya taka ada perasaan bangga sedikitpun karena ejekan orang luar,,namun setelah membaca novel kk saya jadi bangga sekolah dipesantren,,
Saya ucapkan terima kasih karna kk sudah membuat saya bersemangat dan termotivasi dalam menjalani hidup saya di pesantren...
Doakan saya agar saya bisa menjadi seperti kk yang mempunyai cita" tinggi seperti menara..

"Man Jadda Wajada" mantera sakti yang akan slalu saya gunakan... :)

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Kalender
Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 44933