Tentang Novel

cover

Buku ini ditulis dengan syukur, respek dan terima kasih. Kepada Tuhan, kepada orang tua dan handai tolan, dan kepada setiap orang yang telah menanam kebaikan dalam hidupnya.

"Negeri 5 Menara” adalah buku pertama dari rencana trilogi. Buku ini berniat merayakan sebuah pengalaman menikmati atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Semoga buku ini bisa membukakan mata dan hati pembaca.  Dan menebarkan inspirasi ke segala penjuru.

Salah satu pesan utama novel ini adalah "man jadda wajada" sebuah pepatah Arab yang berarti "siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses". Pengalaman para tokoh di novel ini mengajarkan mereka bahwa apa pun mungkin diraih selama didukung usaha dan doa. Jangan pernah remehkan mimpi, setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha mendengar.

Setengah royalti diniatkan untuk merintis Komunitas Menara, sebuah organisasi sosial berbasis relawan (volunteer) yang menyediakan sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan dapur umum secara gratis buat kalangan yang tidak mampu.

 

sarapan

Santapan hangat untuk jiwa dan hati. Enak dinikmati selagi panas-panas....

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
ifa maharyane  - kerenn |2010-03-05 21:47:32
assalamualaikum,
mmh,td pagi ust.fuadi tampil di daar el-qolam,
acara na seruuu,ju2r acra na membangkitkan semangat saya tuk kmbali berani tuk bermimpi dan bangkit dari kemalasan,,terimaa kasih ust. atas motivasinya tadi,semoga saya pun dapat menjadi org yg sukses kelak nanti.
aamiiin
fatima syeban  - pondokan terdasyat |2010-02-24 21:58:31
:woohoo: ana ngerasa ente orang yang paling pintar soalnx bisa menciptakan novel sebagus itu mnurut saya,skr saya sokolah disana klas satu intensive kaya an htum gtu dech pokoknx mnurut saya bgus bgt
Eva Rohilah  - Luar Biasa |2009-12-25 06:12:53
Saya baru selesai baca novel ini jam 5 pagi, dari semalam saya memulainya. Sebelumnya sempat ragu karena ada yang mengatakan kurang bagus, tapi setelah saya baca, karyanya memang luar biasa, dahsyat deh.Pagi ini juga saya juga langsung cari cari di fesbuk, dan saya mulai melihat ada beberapa foto asli sang tokoh, dan saya kok ada yang kenal ya, namanya Moh.Monib, dia orang paramadina kan, kebetulan saya pernah aktif di beberapa kegiatan paramadina. Kalau boleh tahu posisinya mas Monib itu sebagai karakter siapa di novel ini? Terimakasih, dan saya menunggu filmnya tentu saja.

Saya yakin banyak alumni gontor lain yang sukses juga seperti Anda. Good Luck ya, saya nanti malam juga mau gabung di live facebook yang tanya jawab.

Salam
Halimatus Zahra  - man jadda wajada |2009-12-23 15:15:10
asslam.. akhi.. terimakasih untuk karya anda yang sudah membuat getaran di dalam hati saya.. karya yang indah dan di tulis dalam dan sepenuh hati. saya menjadi menyesal mengapa dulu saya tidak nurut saja dengan kata bapak untuk masuk pondok??!! saya dapat buku ini dengan pengorbanan di hadiahkan peringatan tangan menggumpal yang dicungkan pd saya oleh kakak saya di kampus, erfandi, karena membawa kabur buku inni. dan semua terbalas dengan kepuasan ini. thanks for all..
jadi pengen nulis lage.. man jadda wajada. From: Matus_ys in Madura island.
rizki ananda  - dahsyat |2009-11-21 21:58:41
aslm wr wb..

wah buku nya dahsyat.. saya mendapat buku ini karena dikirim oleh keluarga yg di jkt. saat ini sy sedang menuntut ilmu di benua lain dan merasa tersentuh, terdorong dan mendapat motivasi baru.. benar benar sadar inti hidup itu adalah kombinasi dari niat ikhlas kerja keras doa dan tawakal.

jazakallah
saif, bogor  - sisi nyata pesantren, menarik |2009-10-31 19:17:40
assalamu'alaikum
luar biasa, novelnya menarik dan membawa saya kembali bernostalgia serasa kembali ke pesantren dulu. kang fuadi bisa mendeskripsikan kehidupan pesantren yang serba ketat, disiplin, nilai2 ikhlas, kerja keras, dimana2 dan kapan pun diisi dengan belajar. semua dijelaskan lengkap dengan makna dari itu semua, sehingga pembaca menjadi sadar akan pentingnya semua nilai2 itu saat belajar. biar orang gak perlu takut dan anti thd pesantren.
mantab kang, ditunggu novel kedua dan ketiganya.....
eko  - baru beli... |2009-10-25 13:38:49
bukunya baru beli saat lagi tugas di Padang.... jadi belum dibaca...tapi melihat dari ringkasan ceritanya...luar biasa...ntar kalau sudah sampai di rumah langsung dilahap...sukses ;)
alafajri fernando putra  - untuak uda adi |2009-10-08 23:31:55
assalamualaikum da
deh luar biaso ban novel uda ko
awak sabagai kaum muda jadi terinspirasi da....sekaligus bangga da.ado juo urang minang nan bisa mambangkikan sastra baliak.and awak sanang bana jo sosok baso to da. namo asli sesuai jo novel ndak da. awak tugu novel lanjutan nyo da.mkasih banyak da...INSPIRASI dari novel uda.awak sadang marasoan tekanan pulo mah.bantuak di carito novel. thx
kholis mutajaya  - negeri 5 menara "AMAZING" |2009-09-05 17:22:11
;)

Dear Uda Fuadi
Assalamuaikum wr.wb.

bener-bener hebat " Amazing", saya juga pernah merasakan mondok tapi klo di gambarkan seperti dalam bab2nya sepertinya yang saya lakukan selama 3 tahun gak ada apa2nya (sptinya pondok buat numpang tidur doang). Tapi yang terbayang saat ini adalah bagaimana pengalaman adik saya yang juga pernah nyantri di PM, tapi kok saya jarang mendengar cerita2 spti uda sampaikan di bab2nya yang pernah dengar seh adik saya pernah daftar menjadi anggota "shaolin" (berarti adi saya suka berbuat salah ye...maafin abang ya dek).
Rasanya Seger banget setelah membaca novelnya....(serasa habis minum 1 gelas es buah dingin pas bedug azan maghrib
kala berbuka, cuma sayang jilid 2 n 3nya belum keluar (kayaknya lebih seru nh..). Mohom infonya uda, kapan buku 2 n 3nya keluar biar ta' lansung serbu toko buku.
Uda....kayaknya biar tambanh Amazing versi buku di buat film donk, semua orang biar pada tau Pon pes tu gak menyeramkan, bukan tmpat "cuci anak" dan yang penting umat musti tau tempat belajar agama yang mendunia.......sekalian usul klo bener mau di film kan sya siap jadi aktornye he.hehe...ato adik sya juga lebih okey coz tau seluk beluk PM..

sekian dan mohon infonya........
wassalam

Kholis
Depok-cinere

sunanto  - The Miracle of Pondok |2009-08-31 09:08:05
Assalamualaikum ya Akhwat,

Mas Fuadi yang berbahagia terima kasih atas keiklashannya mau membagi suatu informasi yang sangat berharga untuk umat dan masyarakat (khususnya Islam), sebelum membaca novel 5 Menara saya salah satu orang yang sangat tidak tertarik dengan pendidikan pondok pesantren (walaupun katanya pondok modern), setelah saya membaca buku itu ternyata apa yang menjadi asumsi saya salah besar dan mulai membayangkan alangkah hebatnya negeri kita ini apabila semua pondok pesantren serta lembaga pendidikan yang lain mengadop atau membuat suatu sistim pendidikan seperti yang ada dalam Novel tersebut terutama dalam belajar tentang bahasa arab dan inggris atau bahasa dunia lainnya, suatu sistim pengajaran yang sangat mujarab dan mungkin yang paling efektif yang pernah saya ketahui dengan jangka waktu minimaln 3 bulan dijamin sudah bisa menggunakan bahasa yang sama sekali asing secara otomatis dalam kehidupan sehari-hari, ternyata belajar bahasa itu murahnya tidak seperti yang sekarang ada dilembaga pembelajaran disekeliling kita.

Sangat Ajaib (Miracle) Pondok itu bahkan bukan hanya bahasa tetapi juga penerapan disiplin dan rasa kesadaran sebagai seorang anggota masyarakat juga menjadi bagian yang integral (walaupun pada awalnya dengan keterpaksaan).

Mas kadang hidup ini begitu banyak yang tidak dapat dimengerti secara nalar tetapi justru yang tidak dapat dipahami tersebutlah yang dapat menjadikan seseorang menjadi lebih dewasa, berilmu dan lebih bermanfaat.

akhirnya semoga mas Fuadi diberikan kesehatan supaya dapat terus membagi ilmu bagi umat dan masyarakat, mohon maaf dan wassalamualaikum wr.wb

sunanto
Surabaya
Eva Melyna V  - Penasaran Kelanjutannya |2009-08-25 09:55:43
Kepada Pengarang Yth,
Ass Wr Wb
Saya telah selesai membaca buku pertama "Negeri 5 Menara". Menurut pendapat saya, isi buku ini menarik karena mengupas mengenai pendidikan pesantren tidak dengan gaya bahasa yang formal sehingga berapa pun umur pembaca dan dari jenjang pendidikan yang beragam dapat memahami seluk beluk dunia pesantren dengan baik.
Sebagai ibu dari putri yang berumur hampir 4 tahun dan melihat kehidupan yang semakin meng-khawatirkan, saya berfikir ulang mengenai jenjang pendidikan sebagai tonggak dasar kehidupan selanjutnya bagi anak saya. Apakah akan saya bawa ke jalur pendidikan sekolah umum atau yang berbasis agama.
Semoga nanti setelah saya selesai membaca buku yang ke-2 dan ke-3, Allah akan membimbing saya dalam mengambil keputusan. Amien.
Ditunggu dengan harap rilis buku selanjutnya.
Wass Wr Wb
Eva M V
Jakarta

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 44994