Archives

Filter 

  • Best Seller, Tiras 50 ribu dan N5M

    Alhamdulillah, setelah beberapa minggu ada di pasar, stock N5M di berbagai toko buku menipis dengan cepat. Rupanya sambutan pembaca sangat baik. Karena itu, setelah Idul Fitri kemarin, N5M dicetak ulang. Cetakan pertama sebanyak 15 ribu eksemplar segera t...
  • Merantau, Koran Tempo dan N5M

    Koran Tempo hari Minggu (4/10) menurunkan sebuah tulisan tentang N5M di rubrik "Buku" dengan judul Perantauan Sebagai Inspirasi Novel. Berikut sebagian kutipan dari artikel itu: Orang berilmu dan beradab tak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan nege...
  • Gempa, Maninjau dan N5M

    Bagi pembaca N5M, tentu tahu bahwa sebagian setting dari novel ini adalah ranah Minang. Maninjau, Bukittinggi, dan Padang ditulis sebagai sebuah kenangan indah masa kecil Alif. Ketiga daerah itulah yang dihentak gempa minggu lalu. Sanak keluarga Fuadi ya...
  • Alam Takambang Jadi Guru: Talkshow di Smart FM

    N5M menjadi tema dalam acara diskusi buku radio Smart FM hari Senin (5/10).  Dalam diskusi yang dipandu oleh Mbak Herce, pembicaraan berkembang sampai ke bidang pendidikan dan motivasi. Beberapa pendengar bertanya bagaimana cara menanamkan minat baca ke...
  • N5M di Delta FM

    Dipandu oleh Farhan, talkshow Negeri 5 Menara di Delta FM hari Jumat (11/9) lalu menghadirkan A. Fuadi. Diskusi berlangsung menarik dan diselingi humor. Farhan membuka dengan membaca halaman awal bab "Pesan dari Masa Silam" dan menutup dengan membaca pot...
Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 113425