Rantau 1 Muara

Cover Rantau Satu Muara

Cover Rantau Satu Muara

Beli buku ini sekarang!

Alif merasa berdiri di pucuk dunia. Bagaimana tidak? Dia telah mengelilingi separuh dunia sampai ke Kanada dan dikenal sebagai penulis muda yang cemerlang di Bandung yang fasih berbahasa Inggris, Arab dan Perancis. Dia pun diwisuda dengan nilai terbaik. Dengan modal ini, dia yakin perusahaan-perusahaan akan berlomba-lomba merekrutnya. Dia siap menggenggam dunia.
Namun dia lulus di saat yang salah. Indonesia terpuruk. Tahun 1997, krisis ekonomi menggigit/mencengkeram Indonesia tahun 1997, dan negara bergolak di masa reformasi. Satu-satu, surat penolakan kerja sampai di pintunya. Koran tempatnya menulis pun mengurangi halaman. Artinya tidak ada lagi penghasilan tetap. Sekonyong-konyong, dari puncak dunia dia seperti terjun bebas ke jurang dalam. Hidup susah, kerja tidak ada. Kepercayaan dirinya goyah.

Padahal, di hatinya telah ada misi besar: mencari kerja yang makmur sehingga dia bisa mengubah hidup dan menyekolahkan adik-adiknya dan mengirimi Amak wesel rutin setiap bulan. Belum lagi, ingin mencari pasangan hidup. Secercah harapan muncul ketika dia diterima menjadi wartawan di sebuah majalah terkenal di Jakarta. Alif hijrah ke Jakarta untuk mengejar misinya. Sementara hatinya tertambat pada seorang gadis yang dulu dia curigai. Dia mencoba merealisasikan mantra ketiga “man shaara ala darbi washala” (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan).

Dari Jakarta, terbuka cakrawala baru. Alif mendapat beasiswa S-2 ke Amerika Serikat dan mereguk hidup nyaman. Dia berjuang untuk bisa menikahi pujaan hatinya. Setamat kuliah, dia mendapatkan pekerjaan bagus di Washington DC. Ditemani dan memiliki teman-teman baru yang menyenangkan. Hidupnya berkecukupan dan tujuan ingin membantu Adik dan Amak sudah tercapai. Semua terlihat nyaman. Life is perfect.

Sempurna, sampai peristiwa 11 September 2001. Di reruntuhan World Trade Center New York, dia kehilangan orang dekatnya. Semakin banyak orang yang direnggut dari dekapannya. Dia terhenyak dan memikirkan ulang misi hidupnya. Di mana dia bermula? Di mana dia sekarang? Setelah merantau dalam hidup, ke mana dia akan sesungguhnya akan kembali? Ke mana dia akan bermuara?
Rantau 1 Muara bercerita tentang pencarian kerja, jodoh, tentang konsistensi untuk terus berjalan menuju tujuan dan tentang pencarian tempat kembali setelah merantau. Hidup itu pada hakikatnya adalah perantauan. Suatu saat akan kembali ke asal. Kembali ke yang satu, yang esensial, yang awal. Muara segala muara.

8 Responses to Rantau 1 Muara

  1. pujo 14 July, 2013 at 1:58 pm #

    walau belum pernah membaca serial 1 dan 2, rantau 1 muara sudah cukup mewakili saya untuk memahami isi cerita. sangat inspiratif :)

  2. Reli 15 July, 2013 at 4:33 pm #

    Sebuah kisah yang menginspirasi…seolah bisa merasakan saat-saat menegangkan yang dialami oleh alif saat menunggu diwawancara oleh Profesor Rahmat..
    begitu penuh inspirasi..

  3. ummu 12 August, 2013 at 3:58 am #

    subhanallah…terasa sungguh terinspirasi, wah , tidak sabar rasanya ingin membeli buku ini.. setelah kuharungi, negeri 5 menara , ranah 3 warna, dan seterusnya rantau 1 muara1 di tunggu ya bukuku!

  4. indra 16 August, 2013 at 1:15 am #

    cerita yang bagus, kisah perpisahan yang kuat, kalau isnpiratif sudah pasti!

  5. ayu septiani 19 October, 2013 at 6:00 am #

    cerita yang sngat menginspirani :)
    jadi pengen kuliah di luar negeri
    heeee

  6. Shameer 6 November, 2013 at 7:10 am #

    salam dari malaysia . bila agaknya 1 muara akan dikeluarkan di Malaysia ?

  7. Attawwabin Bay 9 November, 2013 at 4:36 am #

    Alhamdulilah saya sudah selesai baca… isi bukunya enak, penuh gizi, gurih lagi……paling berkesan dengan dialog Alif dan Dinara……benar-benar dialog yang dalam….tak bosan ulang-ulang baca dialog mereka!!!

Trackbacks/Pingbacks

  1. Rantau 1 Muara | coffee break - 23 December, 2013

    […] source : http://negeri5menara.com/2013/07/rantau-1-muara/ […]

Leave a Reply

© 2013 Negeri 5 Menara. All Rights Reserved.